January 2019

Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya

desa-ollon-bukit-teletubbies-toraja-7

Udah baca cerita Perjalanan Menantang Menuju Desa Ollon Toraja belum? Mengingat ini adalah lanjutan ceritanya. Alangkah baiknya baca dulu ya biar bisa ngebayangin gimana perjuangan bisa sampai ke tempat ini.

Sekitar 1 jam perjalanan, kami istirahat disebuah warung lagi. Di sini tempat istirahat kedua. Selain istirahat, kami juga mengisi bahan bakar untuk diri sendiri (air minum) dan untuk motor (bensin). Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan lagi.

Di sinilah perjalanan menantang yang sesunggungnya dimulai. Pertama kali ditunjukkan, nanti kita naik ke sana ya sambal menunjuk jalanan dengan tanjakan curam, berbelok, dan kondisinya parah. Di situ saya langsung shock, gimana lewatnya? Sempat berpikir kayanya gak usah naik deh, mendingan pulang lagi aja.

Seketika teringat ada yang bilang kalau dia juga hanya bisa sampai sini saja. Tidak melanjutkan perjalanan dan pulang kembali, karena melihat kondisi jalanan yang sangat ekstrim. Saya pun coba menenangkan diri dengan meminum satu botol air mineral dan ke toilet buat buang air kecil.

Disaat buang air kecil, saya melihat pemandangannya luar biasa bagus. Sampai sini aja bagus, apalagi desa Ollon Toraja, sudah pasti bagus dong. Akhirnya rasa berani itu muncul dan siap melanjutkan perjalanan yang menantang itu.

desa ollon bukit teletubbies toraja 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Pemandangan di belakang kamar mandi

Setelah dapat ilham dari toilet, langung siap-siap naik motor lagi. Tapi saya masih minder, karena belum kepikiran gimana caranya bisa lewatin jalanan itu. Secara yang bisa dilewati hanya jalur sebelah kanan saja dan takutnya pas naik ada motor turun dari arah yang berlawanan dan berebut melewati jalur itu. Bisa-bisa jatuh sih.

Akhirnya saya minta paling belakangan naiknya, biar yang duluan jagain supaya jangan ada yang lewat dulu. Hahaha agak curang sih, tapi gak apa-apalah ya. Bersyukur saya bisa lewatin jalanan pertama yang antimainstream ini.

Baca : Gumuk Pasir Toraja

Setelah  semuanya naik, tiba-tiba hal yang tak terduga menimpa kami. Motor Vega R pun mogok dan gak mungkin sangggup dibawa lagi. Akhirnya memutuskan motor itu ditinggal di seperempat jalan. Untungnya ada ojek lewat, jadi Andi dan Dhani naik ojek.

Oh iya, jadi di sini itu ada ojek yang siap antar kamu ke desa Ollon. Harganya rata-rata Rp. 200.000,- untuk pulang pergi, dari warung yang tadi sampai ke desa Ollonnya. Nah karena kami mulainya bukan dari warung, coba nego aja siapa tau bisa kurang harganya. Jadilah dapet harga Rp. 150.000 per orang untuk pulang pergi tapi sampai tempat motor mogok.

Setelah Dhani dan Andi naik ojek, kami melanjutkan perjalanan kembali. Semakin jauh perjalanan yang dilalui, semakin ekstrim pula jalanannya. Kalau kata Kanda Iwan, kami harus sampai ke puncak bukit yang ada gubuknya. Gubuk itu terlihat sangat kecil dari kami berada. Sepertinya gak jauh, nyatanya jauh banget.

Dengan semangat yang masih tercampur rasa menyerah, kami terus berusaha menuju gubuk yang dituju. Katanya gubuk itu merupakan tanda pertengahan antara warung yang dibawah tadi dan desa Ollon, serta tanda perjalanan yang semakin antimainstream pun di mulai.

Akhirnya sampai juga kami di gubuk ini, dan beristirahat sejenak. Sambil istirahat, saya melihat ke bawah jalur yang kami lalui, ternyata luar biasa. Gak kebayang bisa melewati sejauh itu dengan jalanan yang terlihat sangat panjang, berkelok-kelok, dan tak biasa.

desa ollon bukit teletubbies toraja 1 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Gak nyangka bisa lewatin jalanan seperti ini
desa ollon bukit teletubbies toraja 2 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Bisa dilihat sendiri rutenya seperti itu

Shock banget meilhat rutenya, dan ini beneran AMAZING. Lalu, saya kira penderitaan berakhir sampai di sini, tapi ternyata salah. Rute yang paling ekstrim sesungguhnya baru akan di mulai. Setelah istirahat dirasa cukup, melanjutkan lagi yang sangat luar biasa ekstrim.

Baru naik motor, dan jalan sebentar, motor yang dinaiki saya pun terguling. Gila, ini parah banget jalanannya. Akhirnya motor pun dituntun alias gak dinaikin, karena kaki saya merasa perih. Awalnya berpikir ada luka, tapi pikiran itu dibuang jauh-jauh dulu, masa bodo sama sakit yang dirasa ini.

Selama melewati perjalanan yng paling ekstrim ini sempat berpikir “ah mendingan balik aja deh”, tapi kalau dipikir lagi balik lagi juga tetep harus melewati jalanan yang parah ini, malah gak dapet apapun alias sia-sia. Jadi, saya berusaha buang jauh-jauh pikiran pengen balik lagi itu.

desa ollon bukit teletubbies toraja 3 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya

Setelah 2 jam melanjutkan perjalanan, akhirnya tiba juga di desa Ollon. Rasa syukur pun langsung terucap, Alhamdulillah. Akhirnya bisa menginjakkan kaki ini di desa yang sudah dinanti-nanti. Rasanyanya udah pengen buru-buru tiduran diatas rerumputannya.

Tapi sebelum tidur-tiduran, isi perut dulu karena tenaga sudah habis. Jadi istirahat dulu di salah satu warung buat beli minum dan mie. Pokoknya isi perut sekenyang-kenyangnya deh biar bisa terganggu karena kelaparan.

Setelah perut dirasa kenyang, langsung deh tancap gas lagi buat menuju ke tempat yang biasa travel blogger Indonesia berfoto ria. Dan saking semangatnya, malah ambil jalan yang salah. Seharusnya belok kiri, malah lurus terus. Mana kalau lurus tanjakannya curam dan sampingnya jurang. Dipanggilin sih tapi kalau berhenti pas nanjak ataupun nengok bisa celaka. Jadi memutuskan naik dulu sampai dirasa aman, baru nengok ke bawah.

Pas nengok, ahhh gila gak nyangka seberani ini naik ke atas yang super ekstrim. Dan pas turun malah jiper, gak berani. Tapi harus gimana lagi, mau gak mau harus turun. Dipikir-pikir, wah kalau salah gas bisa terjun ke jurang sih, tapi yaudahlah Bismillah aja. Dan bersyukur bisa turun dengan selamat.

Nah sebelum nyampe ke spot utamanya, nanti melewati sekolah dan sebuah tempat pemakaman. Pas lewatin sekolah jadi kepikiran, wah ini hanya SD aja di sini. Terus kalau mereka mau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi gimana? Harus ke pinggiran kota dengan melewati jalanan yang luar biasa ekstrim itu tiap hari? Wah gila sih.

desa ollon bukit teletubbies toraja 4 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
SDN Kecil 357 Ollon

Kalau saya jadi mereka, mungkin akan berpikir lebih baik numpang tinggal ditempat saudara yang dekat dengan sekolahan atau pindah tempat tinggal. Karena gak sanggung kalau tiap hari harus melewati jalanannya. Tapi, semoga pemerintah Republik Indonesia bisa menyediakan fasilitas buat mereka.

Bisa dengan mendirikan sekolah sampai ke jenjang menengah atas, jalanan diperbaiki, atau adanya fasilitas trasportasi umu dengan tarif yang murah bahkan gratis bagi pelajar. Sumpah saya bingung gimana bisa hidup di desa ini?

desa ollon bukit teletubbies toraja 5 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Lagi pada belajar bersama, pas di foto pada nengok malu-malu

Tapi setelah melewati rumah mereka, ada sekelompok anak kecil sedang belajar matematika (lihat buku yang dipegang mereka). Rasanya nusuk banget, pengen banget ikut berkumpul dan ngajarin mereka. Tapi sayangnya gak punya banyak waktu di sini.

Oh iya, ada yang menggelitik di hati kecil ini tentang desa Ollon, rumahnya berbentuk panggung semua. Jadi kangen rumah di kampung zaman dulu, berasa flash back gitu. Tapi sekarang udah gak ada rumah panggung lagi sih, dan baru lihat lagi di desa ini.

desa ollon bukit teletubbies toraja 6 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya

Setelah melewati hal yang seru, saatnya guling-gulingan di tempat impian. Bahagia banget bisa tidur-tiduran di sini, sampai dibilang kaya bocah deh. Hahaha bodo amat deh ya dibilang apapun, yang penting happy. Tapi beneran sih, girangnya gak ketolongan.

Pas lagi tidur-tiduran dan guling-gulingan tiba-tiba berasa kaya ada perih-perihnya gitu di kaki. Pas dilihat, hmmm ada darah diujung kaki. Bukan sembarang darah sih, Taunya kuku jempol kaki patah dan terkelupas setengahnya. Rasanya gimana gitu ya, tapi ya udahlah yang penting udah sampai sini. Masa bodo dengan kuku, nanti juga tumbuh lagi.

desa ollon toraja 1 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Sesungguhnya, inilah yang dinanti-nanti
desa ollon bukit teletubbies toraja 7 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Baru nyampe langsung guling-gulingan
desa ollon bukit teletubbies toraja 8 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya
Pokoknya keren banget deh!

Pokoknya puas-puasin deh di sini, jangan sampe gak terpuaskan pulang dari sini, nanti nyesel tau rasa. Lihat pemandangann di sini jangan ditanya seperti apa luar biasanya, gak bisa jawab deh. Silahkan lihat sendiri penampakannya.

Gimana penampakannya, keren kan? Kalau dilihat lagi, emang ini mirip bukit di film Teletubbies. Kalau kita bawa kostum Tinky Winky, Dipsy, Lala, Po mirip kali ya. Tapi gak kepikiran buat bawa atau bikin kostumnya, hehe.

Lagi enak-enaknya menikmati suasana di sini, tiba-tiba mendung dan gerimis. Jadilah buru-buru balik lagi sebelum hujan besar. Padahal harusnya kita naik ke atas bukit buat melihat penampkan bukit Ollon dari atas. Katanya itu spot favorit foto, tapi saya gak sempat foto di sana. Huhuhu.

Langsung tancap gas gak pake kompromi lagi, kita harus pergi dari tempat ini. Kalau hujan besar dipastikan gak bisa pulang lagi, karena pasti jalanan licin. Untungnya hanya gerimis aja sih, tapi tetep jalanananya licin. Gak kebayang gerimis aja licin banget, apalagi kalau hujan besar.

Saat pulangnya, kita tukeran teman bonceng. Kalau saya jadinya sama Andy, Haikal ikut kanda Iwan, Vonny dan Dhani naik ojek. Sepanjang perjalanan, saya dan Andy ketawa-ketawa aja ngelewatinnya biar rileks gitu lewatin jalanan yang antimainstream ini. Hahaha.

Bedanya saat perjalanan menuju ke desa Ollon dan pulangnya itu shock lihat jalanannya se-ekstrim itu dan pulangnya makin ekstrim karena diguyur gerimis yang bikin jalanan makin licin. Selama perjalanan pulang pun beberapa kali kita ngeguling, tapi gak sebanyak saat perginya sih.

Baca : Tips Jitu Sewa Motor Untuk Traveling

Setelah beberapa jam berjalan, akhirnya kita sampai juga di titik motor yang ditinggalin. Lalu, Andy yang bawa motor Vega R itu. Dan hari mulai gelap, akhirnya tiba juga di warung yang tempat istirahat. Kami istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan kembali menuju tempat penginapan. Setibanya di penginapan, kami pun langsung istirahat, karena esok harinya mau menikmati sunrise di Negeri Diatas Awan.

Nah buat kamu yang mau pergi ke desa Ollon, sebaiknya pikir-pikir kembali. Kalau mempunyai jiwa traveling silahkan coba pakai motor. Kalau mau yang enak, bisa pakai mobil jeep aja, harga sewanya sekitar 1,5 juta. Kalau mau setengah-setengah bisa naik motor sampe warung dan melanjutkan lagi pake mobil ini

desa ollon bukit teletubbies toraja 9 1024x768 - Keindahan Desa Ollon Yang Tiada Duanya

Gimana lihatnya seru gak? Bagi saya pribadi, ini salah satu pengalaman paling berkesan dan gak akan terlupakan. Ini bisa jadi cerita yang menarik untuk diceritakan kepada anak dan cucu saya kelak. Rasa penasaran mengalahkan rintangan yang ada. Terima kasih Tuhan, Engkau begitu baik padaku, sehingga bisa sampai ke sini.

Kalau ditanya mau balik lagi atau gak? Saya bisa jawab “Insya Allah saya mau mengunjungi desa Ollon lagi”, karena masih ada rasa penasaran lagi. Terus, kamu kapan mau ke sana? Kalau ada yang ingin ditanyakan boleh tanya langsung ke sini. – Jalan yuk, kuy jalan

Desa Wisata Penglipuran, Cikal Bakal Adat Dan Budaya Bali

desa-adat-wisata-penglipuran-bali

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang indah di dunia. Oleh karenanya, Indonesia sangat beruntung sekali diberikan anugerah kekayaan alam yang eksotis. Salah satu daerah yang beruntung adalah Bali, karena ada satu desa yang masih asri dan terus dilestarikan. Tempat tersebut yaitu Desa Adat Penglipuran yang ada di Ubud.

Bukan hanya pantai dan gunung saja yang terkenal di Bali, namun adat dan budaya nya pun sangat kental. Berbagai tradisi leluhur pun masih dilaksanakan dan dilestarikan hingga saat ini. Walaupun zaman sudah modern, namun salah satu daerah di sana tak cepat berubah dan masih seperti dahulu.

Tradisi leluhur yang tak pernah punah selalu mereka jaga. Walaupn banyak faktor eksternal yang masuk ke kawasannya, mereka tak akan melakukan perubahan secara signifikan. Mereka selalu menjalankan tradisinya, dan bisa dibilang inilah falsafah Bali sesungguhnya.

Tahukah kamu desa yang paling bersih di dunia itu di mana letaknya? Jawabannya sangat mencengangkan. Nama desa tersebut adalah Desa Wisata Penglipuran yang ada di Ubud, Bali. Wowww sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga atas prestasi tersebut.

Selain Indonesia yang mempunyai desa terbersih, ada juga di Belanda yang namanya Desa Giethroon dan di India ada Desa Mawlynnong. Desa-desa tersebut merupakan daerah yang sangat bersih, bebas dari sampah. Kebersihan tersebut bisa kamu rasakan karena tingkat kesadaran masyarakat sekitar sangat tinggi yang sudah ditanamkan sejak nenek moyang mereka.

Pertama kali masuk ke area Desa Wisata Penglipuran, kamu akan disuguhkan dengan orang-orang yang sangat ramah, tempat yang rapi dan bersih, dan pemandangan yang sungguh damai. Rasa-rasanya pengen tinggal di sini lebih lama.

Baca : Broken Beach, Spot Foto Yang Instagramable di Nusa Penida Bali

Di tiap sudut tempatnya memang sangat jarang ditemukan sampah berserakan. Saya pun gak ngeliat sampah satupun selama di sana. Bagi saya, ini adalah sesuatu yang harus diapresiasi dan ditiru oleh kita. Kita tuh harus belajar banyak dari mereka, warga Desa Penglipuran Bali.

Rumah Adat Desa Wisata Penglipuran

Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali

Ada satu yang unik dan menjadi ciri khas dari Desa Penglipuran ini yaitu rumah adat yang terbuat dari bambu, atau disebut rumah bambu. Kenapa rumahnya terbuat dari bambu? Karena area sekitar desa tersebut dikelilingi oleh hutan bambu. Jadi wajar saja kalau rumah mereka terbuat dari bambu.

Saya cukup penasaran banget pingin lihat apa sih isi rumahnya? Karena rumahnya itu ukurannya gak begitu besar. Jadi kira-kira apakah isinya hanya kamar aja atau ada yang lainnya juga denga rumah minimalis seperti itu.

Setelah saya minta izin kepada pemilik rumahnya, jadi langsung masuk demi menghilangkan rasa penasaran. Dan kamu tahu isinya ada apa aja? Jawabannya komplit. Semuanya ada, mulai dari tempat tidur, dapur, tempat menyimpan barang-barang, dan lainnya.

Sungguh takjub dibuatnya. Saya rasa nenek moyang mereka sangat cerdas dalam hal penataan rumahnya. Walaupun ukurannya minimalis, namun seperti disulap menjadi terkesan luas. Mau tahu isinya? Kita lihat yuk penampakannya:

Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Dapur yang ada di dalam rumah
rumah adat wisata penglipuran bali 1 1024x768 - Desa Wisata Penglipuran, Cikal Bakal Adat Dan Budaya Bali
Tempat istirahat
Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Tempat tidur sekaligus digunakan untuk menyiapkan sesajen
Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Bentuk atap rumah dari dalam, uniknya bisa digunakan sebagai penyimpanan barang-barang (semacam gudang)

Gimana unik bukan? Coba bayangin aja satu keluarga diisi 5 orang. Gimana tuh posisi tidurnya? Terus kalau mau nambah (bikin) anak gimana? Sedangkan anak-anak yang lainnya tidurnya bersamaan. Opsss

Tradisi Masyarakat Desa Wisata Penglipuran

Masyarakan Desa Adat Wisata Penglipuran Bali
Salah satu warga desa adat Penglipuran yang sedang memeberikan sesajen

Kalau sudah pernah ke Bali dan melihat kebiasaan mereka, sudah gak asing lah ya tentang pemberian “sesajen”. Karena mereka menganut kepercayaan Hindu bahkan termasuk sangat religius, jadi mereka rutin memberikan itu.

Bukan hanya sekali dalam memberikan sesajennya, namun bisa lebih dari sekali dalam sehari. Masyarakat Bali memang percaya bahwa setiap tempat ada roh yang menunggunya. Jadi mereka memberikan sesajen secara rutin.

Hutan Bambu Yang Instagramable

Hutan BAmbu Desa Adat Wisata Penglipuran Bali Instagramable

Nah biasanya kalau ngomongin bambu, pasti sering denger kata “angker” kan. Memang banyak mitos yang bilang, jangan dekat-dekat atau main ke hutan bambu nanti diculik penunggunya. Kamu percaya gak dengan mitos itu?

Kalau dipikir secara logika, bukan takut diculik penunggunya sih tapi hutan bambu kan daunnya bergugurannya banyak dan berserakan, jadi terkesan kotor dan seram. Aslinya mungkin biasa aja, bahkan gak ada apa-apa.

Nah bedanya hutan bambu yang ada di Desa Penglipuran, Bangli ini gak seseram hutan bambu pada umumnya. Di sini lebi bersih dan rapi, ditambah jalanannya pun bagus. Jadi ikon hutan bambu yang menyeramkan itu gak berlaku di sini. Justru bikin tempat ini jadi spot foto yang bagus dan instagramable.

Baca : Pejalanan Menantang ke Desa Ollon

Saya sih suka banget tempat ini, tapi pas lagi foto biar kaya travel blogger Indonesia yang hits tiba-tiba ada anjing mendekat. Karena saya takut banget sama anjing, jadi buru-buru kabur dan lari dari tempat fotonya. Hahhaha dasar yaaa. Padahal tempatnya keren banget, asli deh.

Bahkan area hutan ini sering dipakai sebagai jalur bersepeda oleh orang yang mengadakan outbound atau outing kantor. Dan kalau jogging di sinipun sepertinya menarik banget, secara udaranya bikin segar. Lumayan bisa menghilangkan kepenatan.

Pura Di Desa Wisata Penglipuran

Pura Desa Adat Wisata Penglipuran Bali
Di depan Pura Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali

Bukan Bali namanya kalau gak ada pura. Mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu. Jadi sudah pasti banyak pura di sana, bahkan hampir di tiap sudut terdapat pura. Sama dengan daerah lainnya, di desa wisata Penglipuran inipun terdapat pura.

Sayangnya ketika saya datang ke sana gak sempat masuk, karena sedang ada ibadah. Jadi pengunjungpun tak dianjurkan untuk melihat dan merasakan dengan langsung. Kalau foto di depannya sih boleh-boleh aja.

Harga Tiket Masuk

Salah satu tempat wisata yang gak bikin kantong bolong di Bali adalah desa ini. Menurut saya pribadi, harga tiket masuknya gak begitu mahal, sedang-sedang aja kok. Daftar harganya seperti berikut:

Untuk turis lokal atau domestik : Rp. 15.000,-

Untuk toris internasional : Rp. 30.000,-

Dan di sana juga gak usah khawatir mengenai tempat parkir kendaraannya. Justru di sana sangat mudah untuk memarkirkan kendaraanmu. Dan yang paling enak itu tempat parkirnya aman. Saya sih gak merasa takut gimana-gimana.

Lokasi Desa Adat Penglipuran

Desa adat Penglipuran secara geografis terletak di kelurahan Kubu, kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kalau kamu mau explore Bali, lokasi desa wisata Penglipuran ini bisa dibilang sangat strategis. Ketika kamu ke sini, bisa sekalian explore berbagai tempat di sekitarnya. Bahkan kalau ma uke Kintamani pun bisa melewati jalur ini.

Kalau kamu tinggalnya di Kuta, untuk mencapai ke sini membutuhkan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor. Kalau saya sendiri pake motor, lebih enak aja gitu. Kalau pake mobil pun gak masalah kok, jalanannya gak terlalu macet.

Gimana, menarik banget kan buat liburan ke sini? Kamu bisa ngerasain gimana desa dan masyarakat Bali yang asli dari dulu sampai sekarang yang tradisinya masih dilestarikan. Jadi kamu bisa tahu juga kehidupan Bali masa lalu di masa kini. – Jalan yuk, kuy jalan