traveling ke serang

Taman Mahkota Ratu, Wisata Baru Yang Hits Di Serang Banten

taman-mahkota-ratu-wisata-baru-di-serang-banten

Ketika saya menyebutkan kata Banten, apa sih yang ada di pikiran kamu? Tempat yang paling menyeramkan atau menyenangkan? Kebanyakan yang bilang tempat menyeramkan. Eits, jangan berpikir negatif dulu ya. Sekarang Banten itu menyenangkan lho karena ada tempat wisata baru, namanya Taman Mahkota Ratu yang berada di Serang, Banten.

Banten, memang memiliki banyak sekali pesona alam yang indah. Dari dulu sampai sekarang, jika kita lihat di televisi atau media lainnya banyak yang membahas tentang tempat wisata favorit bagi masyarakat sekitar, khususnya dari Jakarta.

Selain pesona alamnya yang indah, tempat wisatanya pun mudah di akses. Oleh karena itu, Banten selalu ramai jika liburan tiba. Tak perlu jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam dan menghilangkan kepenatan dari hiruk pikuknya kehidupan kota, cukup pergi ke sini saja kamu akan merasa bahagia.

Baca: Rumah Hutan Di Serang Banten

Kali ini saya akan membagikan pengalaman traveling murah dan hemat yang ada di Serang, Banten. Tempat ini bukanlah pantai yang biasa dikenal banyak orang, melainkan area persawahan. Apa area persawahan, apa uniknya wisata di sawah? Pasti kamu berpikir seperti itu kan? Yuk kita lihat keunikan tempatnya.

Nama tempatnya adalah Taman Mahkota Ratu. Letaknya ada di di Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Tempat ini awalnya adalah area persawahan, kini tempatnya disulap menjadi sebuah tempat wisata yang unik dan menarik.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Tempat wisatai ini menyajikan sebuah jembatan sawah yang membentuk seperti mahkota yang sesuai dengan namanya, Taman Mahkot Ratu. Uniknya kamu bisa mengelilingi area pertengahan sawah tanpa harus berkotor-kotoran, karena kamu bisa berjalan diatas jembatan yang terbuat dari bambu.

Jangan salah, jembatan sawah ini merupakan spot foto yang instagrammable. Kamu bisa berfoto-foto sepuasnya di area ini. Selain itu, kamu bisa menggunakan properti yang disediakan oleh pengelola berupa topi sawah. Topi ini biasa disebut rerukuh atau dudukuy.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Selain jembatan sawah, ada satu spot foto yang unik, yaitu perahu. Pihak pengelola membuat suatu perahu yang tidak terlalu besar namun bisa dinaiki oleh orang, baik anak kecil maupun orang dewasa. Bagi orang dewasa, perahu ini cocok sekali untuk foto berdua bersama pasangannya. Romantis banget seperti di film Tinanic.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Setelah berfoto di kedua tempat tersebut, saatnya kamu menuju area atas. Sebelum keatas, kamu bisa berfoto di satu koridor yang unik. Bentuknya seperti gubuk yang jalan dan pinggirannnya berbentuk seperti kayu dengan atap yang terbuat dari jerami.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Lalu, kamu tak usah khawatir untuk liburan di Taman Mahkota Ratu mengenai ibadah. Bagi yang beragama muslim bisa tetap melaksanakan ibadah shalat nya kok, karena tempat ini menyediakan mushalla. Eits, tak lupa juga saya ambil foto di depan mushallanya, ternyata bagus juga. Hehehe.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Spot yang unik lainnya yaitu sarang burung. Kamu pernah masuk ke dalam sarang burung gak? Jika belum pernah, saatnya merasakan sensasi seperti berada di dalam sarang burung. Sarang ini dibuat dari batang dan daun bambu yang dibentuk lingkaran. Sehingga terbentuklah seperti sarang burung.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di cikeusal serang banten

Jika kamu ingin melihat bentuk jembatan sawah, kamu bisa naik diatas tempat yang satu ini. Di sini kamu bisa melihat sekeliling tempat wisata, karena tempat ini cukup tinggi. Kalau dilihat lagi, tempat ini juga bisa dijadikan wahana flying fox, oke banget berada diatas lalu meluncur ke tengah sawah.

jembatan sawah taman mahkota ratu wisata baru di serang banten yogyakarta

Sebenarnya masih banyak spot foto yang instagramable di sini, karena hari sudah sore jadi saya tidak bisa berfoto di semua spot. Ditambah pihak pengelola masih terus berupaya mengembangkan tempat yang unik lainnya lagi lho. Jadi pasti makin banyak spot yang bisa kamu coba.

Harga Tiket Masuk Wisata Taman Mahkota Ratu

Jangan berpikir kalau liburan atau traveling itu mahal. Cobalah cari tahu area di sekitar kamu dulu, adakah spot foto yang bagus? Salah satu tempat foto yang bagus dan murah adalah Taman Mahkota Ratu.

Gak usah khawatir dengan harga tiket masuk ke tempat wisatanya, karena harga tiketnya murah meriah. Hanya dengan uang Rp. 3.000,- saja, kamu bisa menikmati sajian wisata baru yang instagrammable di Serang, Banten. Sangat murah kan?

Baca: Wisata Air Terjun Curug Cigumawang

Selain biaya tiket masuknya, bagi yang membawa motor hanya dikenakan biaya Rp. 2.000,- saja untuk parkirnya. Jadi, cukup mengeluarkan Rp. 5.000,-, kamu bisa sepuasnya berfoto di tempat wisata satu ini.

Rute Menuju Wisata Taman Mahkota Ratu

Berhubung saya tinggal di Jakarta, jadi saya hanya bisa share rute menuju ke tempat wisata baru Taman Mahkota Ratu dari Jakarta ya. Jika kamu naik transportasi umum, ada dua pilihan transportasi yang bisa kamu coba:

Bus

Jika kamu memilih menggunakan transportasi bus dari Jakarta bisa naik bus dari terminal Kampung Rambutan, Lebak Bulu, Pulogadung, Tanjung Priuk, Kali Deres, ataupun lainnya, pilihlah jurusn Merak. Setelah itu kamu berhenti di terminal Pakupatan Serang. Tarifnya sektar Rp. 30.000,-. Lama perjalanan sekitar 2 jam.

Setelah itu nyambung lagi dengan naik angkot yang berhenti di Warung Pojok (Warjok). Tarifnya juah dekat sekitar Rp. 5.000,-. Dan kamu lanjut naik angkot lagi yang jurusan Cikeusal (biasanya ada tulisan CHEXO di kaca mobilnya). Tarif angkot ini sekitar Rp. 10.000,-. Tarif angkot ini agak mahal karena jaraknya jauh sekali memakan waktu sekitar 1 jam.

Ketika  naik angot jurusan Cikeusal/Chexo, minta berhenti tepat di depan puskesmas Cikeusal. Dari situ kamu bisa berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai di lokasi atau naik ojek bayar Rp. 5.000,-. Lokasinya tepat di jalan yang cukup kecil dari sebrang puskesmas.

Kereta

Selain naik bus, kamu juga bisa naik kereta api. Dari Jakarta, kamu bisa naik commuterline (KRL) dari stasiun Tanahabang dengan kereta jurusan Rangkasbitung. Kamu harus naik sampai ditempat tujuan akhir KRL yaitu Rangkasbitung. Tarifnya Rp. 8.000,- dan lama perjalanannya hanya 2 jam. Agar tidak terlalu lama menunggu KRL nya, perhatikan juga jadwal KRL Tanahabang Rangaksbitung.

Setelah sampai di stasiun Rangkasbitung, kamu harus membeli tiket kereta api lokal yang jurusan Merak. Tarifnya hanya Rp. 3.000,-, lama perjalanan sekitar 30 menit. Dikarenakan jadwalnya tidak terlalu banyak dan supaya kamu tidak tertinggal kereta api, harap perhatikan jadwal kereta api Rangkasbitung Merak.

Untuk mencapai lokasi, kamu berhenti di stasiun Cikeusal. Patokannya adalah tiga stasiun setelah Rangkasbitung. Untuk mengingatnya, rute keretanya adalah staiun Rangkasbitung, Jambu Baru, Catang, Cikeusal. Lebih baik gak usah tidur deh, takut terlewat. Intinya, setelah stasiun Catang, kamu siap-siap turun.

Setelah sampai di stasiun Cikeusal, kamu bisa melanjutkan dengan naik ojek. Coba tanya saja ke ojek yang ada di sana, bilang minta antar ke Taman Mahkota Ratu. Nanti kamu akan diantar sampai lokasi. Tarif ojeknya sekitar Rp. 10.000,-

Bagi saya, lebih enak naik kereta, karena lebih cepat dibandingkan naik bus. Kalau naik bus kan pasti nge-tem, belum lagi dihadapkan yang namanya macet. Ya bisa sekitar 4 jam bahkan lebih untuk sampai di lokasi. Berbeda dengan naik kereta, hanya sekitar 2,5 jam saja sudah bisa sampai.

Baca: Wisata Ke Pulau Burung

Selain itu juga, memilih kereta bisa lebih hemat, karena jika dihitung-hitung kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 50.000,- sudah termasuk semua biaya wisata dan transportasi pulang pergi. Sedangkan menggunakan bus, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 100.000,-. Tapi balik lagi ke kamu ya, mau naik apapun bebas.

Catatan: Buat kamu yang ingin pergi ke sini, lebih baik saat sawahnya sudah tertanami padi. Sehingga seluruh area dipenuhi warna hijau. Dan kamu akan bisa melihat pola jembatan sawahnya lebih jelas dan indah.

Jadi, siapa yang bilang traveling itu mahal? Buktinya ada tempat wisata yang menarik untuk mengisi liburan kamu tapi gak bikin kantong kamu bolong. Hanya dengan Rp. 50.000,- kamu sudah bisa traveling hemat. Selain itu, tempat ini tidak jauh dari ibu kota. Artinya, buat kamu yang butuh refreshing, silahkan datang ke Taman Mahkota Ratu.

Tak Sengaja Menemukan Rumah Hutan Di Kota Serang

traveling-gratis-ke-rumah-hutan-di-kota-serang-banten-1

Serang adalah ibu kota provinsi Banten. Di mana provinsi Banten memiliki banyak sekali tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi. Begitu juga dengan ibu kotanya, Serang pun memiliki destinasi wisata yang indah, dan kamu akan merasa nyaman ketika mengunjunginya. Apalagi bisa menemukan rumah hutan di tengah-tengah kota Serang.

Ini adalah cerita saya ketika pergi pulang kampung ke Serang. Kampung halaman saya teletak di ujung perkotaan, dan jika ingin pergi ke kota Serang dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapainya. Waktu itu saya sedang membutuhkan uang tunai tapi karena di kampung saya masih sedikit mesin ATM, jadi saya harus pergi ke kota. Setelah selesai ambil uang, mampirlah di salah satu warung Sop Duren yang hits se Serang Raya.

Sambil menikmati Sop Duren, sebagai seorang travel blogger Indonesia saya menuntut diri saya pribadi untuk mencari inspirasi tempat wisata apa saja yang menarik untuk dikunjungi, dan tiba-tiba terpikir ingin pergi ke curug atau hutan. Tapi karena bingung mau mengunjungi curug ataun hutan terdekat, akhirnya teringatlah ada rumah hutan di tengah kota yang belum pernah saya kunjungi.

Baca: Trip Ke Pulau Peucang

Setelah menghabiskan sop durennya, saya langsung menuju rumah hutan. Rumah hutan ini terletak di Bukit Cidampit, Kampung Bojong, Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten. Dari tempat sop duren ke rumah hutan jaraknya sekitar 10 km dan bisa ditempuh sekitar 15 menit, tapi pada kenyataannya saya menempuh selama hampir 1 jam karena nyasar. Jujur, walaupun saya asli Serang, saya belum pernah main ke daerah sini.

Sebenarnya tempat ini masih banyak yang belum tahu walaupun orang Serang asli. Sebelum sampai di tempat ini pun saya hanya bertanya lokasi Kampung Bojong saja, tapi pada kenyataannya ketika saya bertanya “rumah hutan” kebanyakan menjawab “gak tahu”. Namun ketika saya tanya Kampung Bojong, banyak warga yang tahu dan akan diberi tahu arahnya.

Untuk rutenya sendiri yaitu ikuti terus Jalan Raya Taktakan, patokannya adalah TPA Cilowong, yang bau khas nya (sampah) sangat menyengat. Dari TPA itu tidak lah jauh, nanti ada belokan ke kiri, masuk ke belokan tersebut. Atau bisa tanya ke orang sekitar dimana lokasi nya rumah hutan. Hampir semua warga di sini mengetahuinya, karena memang ini daerah mereka.

Dari belokan tersebut terus lurus saja ikuti jalan, sepanjang jalan tidak ada rumah sama sekali di kanan dan kirinya. Nanti akan ada rumah (perkampungan), nah di situlah tempatnya, patokannya adalah ada plang yang bertuliskan “Parkir Rumah Hutan”. Ngomong-ngomong, untuk menuju ke sana saya mengendarai sepeda motor ya, dan alangkah baiknya juga menggunakan sepeda motor agar parkirnya mudah. Biaya parkir motornya hanya Rp. 3.000,- saja.

Setelah memarkirkan motor, langsung jalan mengikuti jalanan setapak. Namanya juga di hutan, jadi jalanannya hanya setapak dan tidak beraspal ya. Ikuti terus sampai bertemu aliran air sungai. Di sini sudah memasuki area rumah hutan. Lebar aliran sungainya tidak lah besar, hanya selangkah kaki saja kok. Patokan aliran sungai ini yaitu ada sumur “timba”. Dari sini lurus lagi dan sampailah di Rumah Hutan Serang.

sungai di rumah hutan kota serang banten
Sungai di rumah hutan
rumah hutan di kota serang banten
Sumur di rumah hutan

Memasuki kawasan rumah hutan, ada beberap plang yang memperingatkan pengunjung agar pulang sebelum hari gelap atau sebelum magribh. Karena hutan ini sepi, jadi lebih baik pulang disaat matahari belum terbenam ya.

Setelah sampai di destinasi wisata tujuan, kamu akan disuguhkan pemandangan yang sangat asri nan indah. Ada gubuk-gubuk yang dibangun secara sederhana, inilah tempat yang menampilkan “rumah hutan” dimana rumahnya bukan terbuat dari tembok, melainkan dari kayu dan berbentuk panggung.

rumah hutan di kota serang banten
Rumah hutan
rumah hutan di kota serang banten
Rumah hutan

Konsep dari rumah hutan ini yaitu menyajikan rumah panggung sederhana dan taman yang di desain di tengah hutan. Kamu bisa bersantai sejenak dan berteduh di rumah-rumah panggung dan bisa duduk-duduk di kursi taman yang berbentuk batu.

rumah hutan di kota serang banten
Kursi dan meja batu

Selain bersantai, kamu juga bisa belajar dan olah raga, karena di sini menyediakan rumah baca (perpustakaan) dan lapangan badminton. Konsepnya sungguh menarik karena kita bisa bermain, belajar, dan bergerak di alam bebas. Sungguh tak ada duanya menemukan rumah hutan di tengah kota seperti ini.

rumah hutan di kota serang banten
Tempat bersantai
rumah hutan di kota serang banten
Lapangan badminton

Saking sepinya karena belum ada yang tahu tempat ini, kamu bisa melihat hewan-hewan liar juga. Waktu saya ke sini, saya melihat ada banyak burung berkeliaran mengitari hutan sambil berkicau, ayam, dan anjing. Jangan takut, anjingnya tidak galak kok, dia hanya berlari-larian saja (padahal saya takut sekali sama anjing).

Baca: Tips Liburan Hemat Sesuai Budget

Oh iya ada satu hal lagi, untuk bisa masuk ke tempat ini kamu dikenakan biaya sebesar Rp. 0,- alias Gratis. tidak ada pungli atau pungutan liar sama sekali di sini. Kapan lagi kamu bisa traveling dengan biaya murah bahkan gratis seperti tempat ini? Yuk traveling ke rumah hutan di kota Serang, Banten.

rumah hutan kota serang banten
Bale di tumah hutan

Sejauh ini, sudah berapa tempat yang pernah kamu kunjungi dan menemukan tempat yang masih asri dan gratis? Setelah mendapatkan informasi ini, sekarang kamu bisa traveling murah dengan berkunjung ke rumah hutan ini untuk menikmati keindahan alam, sambil belajar, bermain, dan berolah raga juga. – Budi Setiadi