explore bali

Desa Wisata Penglipuran, Cikal Bakal Adat Dan Budaya Bali

desa-adat-wisata-penglipuran-bali

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang indah di dunia. Oleh karenanya, Indonesia sangat beruntung sekali diberikan anugerah kekayaan alam yang eksotis. Salah satu daerah yang beruntung adalah Bali, karena ada satu desa yang masih asri dan terus dilestarikan. Tempat tersebut yaitu Desa Adat Penglipuran yang ada di Ubud.

Bukan hanya pantai dan gunung saja yang terkenal di Bali, namun adat dan budaya nya pun sangat kental. Berbagai tradisi leluhur pun masih dilaksanakan dan dilestarikan hingga saat ini. Walaupun zaman sudah modern, namun salah satu daerah di sana tak cepat berubah dan masih seperti dahulu.

Tradisi leluhur yang tak pernah punah selalu mereka jaga. Walaupn banyak faktor eksternal yang masuk ke kawasannya, mereka tak akan melakukan perubahan secara signifikan. Mereka selalu menjalankan tradisinya, dan bisa dibilang inilah falsafah Bali sesungguhnya.

Tahukah kamu desa yang paling bersih di dunia itu di mana letaknya? Jawabannya sangat mencengangkan. Nama desa tersebut adalah Desa Wisata Penglipuran yang ada di Ubud, Bali. Wowww sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga atas prestasi tersebut.

Selain Indonesia yang mempunyai desa terbersih, ada juga di Belanda yang namanya Desa Giethroon dan di India ada Desa Mawlynnong. Desa-desa tersebut merupakan daerah yang sangat bersih, bebas dari sampah. Kebersihan tersebut bisa kamu rasakan karena tingkat kesadaran masyarakat sekitar sangat tinggi yang sudah ditanamkan sejak nenek moyang mereka.

Pertama kali masuk ke area Desa Wisata Penglipuran, kamu akan disuguhkan dengan orang-orang yang sangat ramah, tempat yang rapi dan bersih, dan pemandangan yang sungguh damai. Rasa-rasanya pengen tinggal di sini lebih lama.

Baca : Broken Beach, Spot Foto Yang Instagramable di Nusa Penida Bali

Di tiap sudut tempatnya memang sangat jarang ditemukan sampah berserakan. Saya pun gak ngeliat sampah satupun selama di sana. Bagi saya, ini adalah sesuatu yang harus diapresiasi dan ditiru oleh kita. Kita tuh harus belajar banyak dari mereka, warga Desa Penglipuran Bali.

Rumah Adat Desa Wisata Penglipuran

Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali

Ada satu yang unik dan menjadi ciri khas dari Desa Penglipuran ini yaitu rumah adat yang terbuat dari bambu, atau disebut rumah bambu. Kenapa rumahnya terbuat dari bambu? Karena area sekitar desa tersebut dikelilingi oleh hutan bambu. Jadi wajar saja kalau rumah mereka terbuat dari bambu.

Saya cukup penasaran banget pingin lihat apa sih isi rumahnya? Karena rumahnya itu ukurannya gak begitu besar. Jadi kira-kira apakah isinya hanya kamar aja atau ada yang lainnya juga denga rumah minimalis seperti itu.

Setelah saya minta izin kepada pemilik rumahnya, jadi langsung masuk demi menghilangkan rasa penasaran. Dan kamu tahu isinya ada apa aja? Jawabannya komplit. Semuanya ada, mulai dari tempat tidur, dapur, tempat menyimpan barang-barang, dan lainnya.

Sungguh takjub dibuatnya. Saya rasa nenek moyang mereka sangat cerdas dalam hal penataan rumahnya. Walaupun ukurannya minimalis, namun seperti disulap menjadi terkesan luas. Mau tahu isinya? Kita lihat yuk penampakannya:

Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Dapur yang ada di dalam rumah
rumah adat wisata penglipuran bali 1 1024x768 - Desa Wisata Penglipuran, Cikal Bakal Adat Dan Budaya Bali
Tempat istirahat
Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Tempat tidur sekaligus digunakan untuk menyiapkan sesajen
Rumah Adat Wisata Penglipuran Bali
Bentuk atap rumah dari dalam, uniknya bisa digunakan sebagai penyimpanan barang-barang (semacam gudang)

Gimana unik bukan? Coba bayangin aja satu keluarga diisi 5 orang. Gimana tuh posisi tidurnya? Terus kalau mau nambah (bikin) anak gimana? Sedangkan anak-anak yang lainnya tidurnya bersamaan. Opsss

Tradisi Masyarakat Desa Wisata Penglipuran

Masyarakan Desa Adat Wisata Penglipuran Bali
Salah satu warga desa adat Penglipuran yang sedang memeberikan sesajen

Kalau sudah pernah ke Bali dan melihat kebiasaan mereka, sudah gak asing lah ya tentang pemberian “sesajen”. Karena mereka menganut kepercayaan Hindu bahkan termasuk sangat religius, jadi mereka rutin memberikan itu.

Bukan hanya sekali dalam memberikan sesajennya, namun bisa lebih dari sekali dalam sehari. Masyarakat Bali memang percaya bahwa setiap tempat ada roh yang menunggunya. Jadi mereka memberikan sesajen secara rutin.

Hutan Bambu Yang Instagramable

Hutan BAmbu Desa Adat Wisata Penglipuran Bali Instagramable

Nah biasanya kalau ngomongin bambu, pasti sering denger kata “angker” kan. Memang banyak mitos yang bilang, jangan dekat-dekat atau main ke hutan bambu nanti diculik penunggunya. Kamu percaya gak dengan mitos itu?

Kalau dipikir secara logika, bukan takut diculik penunggunya sih tapi hutan bambu kan daunnya bergugurannya banyak dan berserakan, jadi terkesan kotor dan seram. Aslinya mungkin biasa aja, bahkan gak ada apa-apa.

Nah bedanya hutan bambu yang ada di Desa Penglipuran, Bangli ini gak seseram hutan bambu pada umumnya. Di sini lebi bersih dan rapi, ditambah jalanannya pun bagus. Jadi ikon hutan bambu yang menyeramkan itu gak berlaku di sini. Justru bikin tempat ini jadi spot foto yang bagus dan instagramable.

Baca : Pejalanan Menantang ke Desa Ollon

Saya sih suka banget tempat ini, tapi pas lagi foto biar kaya travel blogger Indonesia yang hits tiba-tiba ada anjing mendekat. Karena saya takut banget sama anjing, jadi buru-buru kabur dan lari dari tempat fotonya. Hahhaha dasar yaaa. Padahal tempatnya keren banget, asli deh.

Bahkan area hutan ini sering dipakai sebagai jalur bersepeda oleh orang yang mengadakan outbound atau outing kantor. Dan kalau jogging di sinipun sepertinya menarik banget, secara udaranya bikin segar. Lumayan bisa menghilangkan kepenatan.

Pura Di Desa Wisata Penglipuran

Pura Desa Adat Wisata Penglipuran Bali
Di depan Pura Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali

Bukan Bali namanya kalau gak ada pura. Mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu. Jadi sudah pasti banyak pura di sana, bahkan hampir di tiap sudut terdapat pura. Sama dengan daerah lainnya, di desa wisata Penglipuran inipun terdapat pura.

Sayangnya ketika saya datang ke sana gak sempat masuk, karena sedang ada ibadah. Jadi pengunjungpun tak dianjurkan untuk melihat dan merasakan dengan langsung. Kalau foto di depannya sih boleh-boleh aja.

Harga Tiket Masuk

Salah satu tempat wisata yang gak bikin kantong bolong di Bali adalah desa ini. Menurut saya pribadi, harga tiket masuknya gak begitu mahal, sedang-sedang aja kok. Daftar harganya seperti berikut:

Untuk turis lokal atau domestik : Rp. 15.000,-

Untuk toris internasional : Rp. 30.000,-

Dan di sana juga gak usah khawatir mengenai tempat parkir kendaraannya. Justru di sana sangat mudah untuk memarkirkan kendaraanmu. Dan yang paling enak itu tempat parkirnya aman. Saya sih gak merasa takut gimana-gimana.

Lokasi Desa Adat Penglipuran

Desa adat Penglipuran secara geografis terletak di kelurahan Kubu, kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Kalau kamu mau explore Bali, lokasi desa wisata Penglipuran ini bisa dibilang sangat strategis. Ketika kamu ke sini, bisa sekalian explore berbagai tempat di sekitarnya. Bahkan kalau ma uke Kintamani pun bisa melewati jalur ini.

Kalau kamu tinggalnya di Kuta, untuk mencapai ke sini membutuhkan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam menggunakan kendaraan bermotor. Kalau saya sendiri pake motor, lebih enak aja gitu. Kalau pake mobil pun gak masalah kok, jalanannya gak terlalu macet.

Gimana, menarik banget kan buat liburan ke sini? Kamu bisa ngerasain gimana desa dan masyarakat Bali yang asli dari dulu sampai sekarang yang tradisinya masih dilestarikan. Jadi kamu bisa tahu juga kehidupan Bali masa lalu di masa kini. – Jalan yuk, kuy jalan

Harus Banget Datang Ke Tegalalang Rice Terrace Ubud Kalau Traveling Ke Bali

tegalalang-rice-terrace-ubud-bali

Kawan, percayakan kalau Bali itu memliki keindahan alam yang luar biasa indah. Sudah tak diragukan lagi keeksotisannya, bahkan turis mancanegara pun berbondong-bondong datang ke sini. Salah satu tempat yang harus kamu datangi ketika traveling ke Bali adalah Tegalalang Rice Terrace, Ubud.

Tegalalang Rice Terrace atau dalam Bahasa Indonesianya yaitu Terasering Sawah Tegalalang  kini menjadi salah satu tempat favorit bagi para wisatawan, terutama wisatawan asing. Mereka yang datang bertujuan untuk merasakan suasana asri dari sebuah pulau Bali.

Di tempat ini, kamu akan disuguhi panorama alam yang begituindah, seni budaya yang unik, dan lingkungan yang aman. Bagaimana tidak, masyarakat Bali cukup terkenal dengan keramah-tamahannya, sopan santun, dan toleransiyang tinggi terhadap sesamanya.

Baca : Hotel Yang Nyaman Di Bali

Hamparan sawah yang bisa memanjakan matamu dengan bentuk sangat unik. Sawah di sini memiliki susunan berundak dan terlihat seperti anaktangga. Sistem pertanian masyarakat di sini mengunakan terasering yang baik. Mungkin tujuannya untuk menghindari terjadinya erosi tanah, dikarenakan daerahnya perbukitan.

Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali

Selain bentuk sawah yang bertingkat, tempat ini dikelilingi oleh pepohonan yang membuatnya makin sedap dipandang. Pohon yang membuat saya tertarik adalah pohon kelapa. Biasanya pohon kelapa itu jaraknya cukup berjauhan antara pohon yang satu dan lainnya.

Namun di sini pohon kepalanya membentuk komunitas aliasberkelompok. Sehingga membuat sawah di sini terlihat lebih cantik. Buat kamu yang pergi ke sini, pasti merasa di manja. Bukan hanya di manja sama pacar atau pasangan, tapi alam pun bisa lho memanjakan kamu.

Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali

Sejujurnya, saya sangat heran dan kagum pada tempat ini. Kok bisa ya tanahnya subur makmur seperti ini? Jadi merasa bersyukur banget Indonesia diberikan tanah sesubur ini. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita harus menjaga kekayaan alam yang kita miliki ini.

Nah pertanyaannya, kalau datang ke Bali Rice Terrace mau ngapain sih? Apa Cuma foto-foto di sawah aja gitu? Jawabannya banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini. Memang salah satunya bisa asyik foto di sawah, tapi banyak juga spot yang bisa kamu nikmati.

Buat kamu yang punya nyali besar, bisa cobain wahana ayunan yang ada di sini. Bedanya ayunan ini sangat tinggi dan akan diayun oleh orang-orang (petugas) yang tenaganya kencang lho. Mereka akan mengayun kamu sambil loncat secara bergantian. Gimana gak kenceng tuh ayunan?

Selain itu ada juga tempat foto yang berbentuk hati “love” yang terbuat dari kayu dan bentuknya unik-unik. Gak Cuma ada satu, tapi banyak. Walaupun sedang ramai, kamu gak harus antri Panjang buat foto di situ.

Kalau ditanya spot paling favorit di sini apa? Jawabannya ya foto di hamparan sawah yang bentuknya berundak ini. Banyak wisatawan yang relaantri buat foto di sini, termasuk saya juga sih. Hehehe. Sebenarnya foto dimanapun bisa, karena hamparan sawahnya luas.

Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Foto saat siang hari
Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Foto saat sore hari

Kalau kamu terus naik ke atas, akan ada spot bagus juga. Salah satunya spot yang terbuat dari bambu dan hanya bisa ditempati maksimal 4 orang. Sayangnya, spot ini sepi gitu, mungkin karena banyak bambu yang hilang atau rusak. Jadi agak risih kalau foto di sini.

Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Spot foto yang bagus tapi sepi, jadi bisa berfoto sepuasnya di sini

Sebelum menuju ke tempat spot foto bambu itu, kamu juga akan melewati selokan yang ada jembatannya. Menurut saya, foto di jembatan ini juga bagus kok. Dan kamu juga bisa menikmati suara khas kincir angin yang terletak di tengah-tengah hamparan sawah.

Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Menyebrangi selokan cari spot bagus lainnya
Tegalalang Rice Terrace Ubud Bali
Kincir angin di tengah sawah

Kamu bisa mengunjungi Tegalalang Rice Terrace dengan jaraktempuh sekitar 2 jam dari Kuta, bisa menggunakan motor ataupun mobil. Dan kamujuga perlu tahu kalau jalanannya cukup bagus. Jadi gak perlu motor atau mobil khusus untuk bisa ke sini.

Satu lagi yang wajib kamu tahu adalah masuk ke arenanya gak perlu bayar alias gratis. Tapi kamu akan diberitahu oleh masyarakat di sana untuk memberikan uang seikhlasnya ke tempat telah tersedia. Oh iya, kamu juga bisa parkir motor di pinggir jalan lho dan gratis pula, tapi aman karena dijagain sama petugasnya.

Baca : Sewa Motor Di Bali

Itulah cerita singkat pengalaman traveling ke Tegalalang RiceTerrace Ubud Bali. Kamu bisa menikmati keindahan alam yang sangan mengagumkandan sedap dipandang. Kapan lagi bisa main-main di sawah yang bentuknya sepertianak tangga? – Jalan yuk, kuy jalan

Sewa Motor Yang Recommended Di Bali

sewa-motor-di-bali-3

Liburan ke Bali rasanya ribet banget kalau gak sewa kendaraan selama di sana. Karena kalau mau pergi kemana-mana sulit banget mendapatkan kendaraan umum, secara Bali sangat berbeda dengan Jakarta khususnya transportasi umum. Solusinya adalah sewa motor saat traveling di Bali.

Kali ini saya benar-benar sendiri alias solo traveller untuk explore ke beberapa tempat wisata di Bali. Dan seperti biasa di setiap traveling, saya lebih memilih menggunakan motor untuk bisa mengunjungi tempat sesuai itinerary yang sudah dibuat.

Tapi sebelum sewa motor, hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi dari motornya. Tujuannya agar selama traveling bisa aman dan nyaman. Untuk sewa motor, saya punya tips tersendiri dan kalau kamu mau tahu silahkan baca tips sewa motor saat traveling.

Pengalaman beberapa kali sewa motor, ada saja yang bikin jengkel dan ngomel-ngomel sama orang yang menyewakannya. Terakhir punya pengalaman buruk saat pergi ke Desa Ollon Toraja. Mulai dari kondisi motornya yang kurang oke atau gak sesuai yang dijanjikan saat deal. Seperti di awal bilangnya bensinnya dapt full dan saat kembali harus full, nyatanya pas diterima bensinnya kosong.

Traveling ke Bali kali ini, saya sangat fokus ke tempat sewa motor, dan harus cari yang benar-benar oke. Melihat kondisi badan juga yang lagi kurang fit, jadi harus dapat motor yang nyaman agar tetap bisa explore Bali.

Baca : Hotel Yang Nyaman Di Bali

Sebelum pergi ke Bali, agak bingung nih mau pakai motor apa nanti, pilihannya antara Vario dan Nmax. Nah setelah dipikir-pikir, sekali-kali nyobain Nmax lah, toh di Bali jalannya bagus kok. Setelah itu, tanya-tanya ke teman yang pernah sewa motor di Bali. Akhirnya dikasihlah kontaknya.

Tapi setelah dihubungi, perasaan kurang yakin gitu. Secara sudah pernah beberapa kali rental motor gak puas. Lalu cari lagi dan direkomendasikan ke Motor Matic Bali yang biasa menyewakan motor dan banyak pilihan jenis motornya juga.

Gak pake mikir lagi, langsung aja hubungi kontaknya dan pesan motor Nmax untuk saya sewa selama di Bali. Mereka itu fleksibel banget sistemnya, di mana mau antarkan dijemput kembali motornya. Pokoknya sesuai keinginan kita, jadi gak perlu khawatir.

Sebelum berangkat ke Bali, saya bilang minta diantarkan jam 21.00 WITA di restaurant untuk makan malam. Tapi karena jadwalnya berubah yaitu makan malam nya diganti makan sore, agak bingung kan masa nunggu sampai jam 21.00 WITA?

Dan coba hubungi pihak Motor Matic Bali apakah bisa diantar jam 17.00 WITA. Mereka bilang diusahakan, tapi harus cek ketersediaan motor dulu, dan ternyata motor Nmax nya belum ready. Yang ready hanya ada motor Lexi. Ya menurut saya gak apa-apa, dari pada luntang-lantung gak jelas kan lebih baik pakai motor yang ready aja. Dan harga sewanya juga mengikuti motor yang dipakai.

Rental Motor Di Bali

Nah saya dibuat kaget sama mereka, kan saya bilang minta diantar jam 17.00 WITA dan itu bilangnya jam 16.35 WITA. Mungkin estimasi sampai jam 17.30 WITA lah, secara mereka kan harus siapkan dan jalan buat antar motornya. Eh, jam 16.55 WITA ada yang telepon saya katanya udah di depan restaurant buat antar motornya.

Gila sih, ini pelayanannya bagus banget. Itu kesan pertama saya, dan langsung cek kondisi motornya. Gas, rem, bensin, dan penting juga cek ban nya, masih ada rambutnya gak. Motor yang saya sewa ini, rambut bannya masih ada, jadi gak khawatir kalau dibawa ke tempat yang kondisi jalannya masih rusak.

Oh iya, untuk harga sewa motor di Bali menurut saya yang paling murah ya Motor Matic Bali. Rata-rata harga sewa motor Nmax itu Rp. 150.000,- perhari bahkan lebih. Kalau di sini hanya Rp. 145.000,- perhari, lebih murah kan?

Dan yang penting juga, Motor Matic Bali tidak memberikan biaya tambahan untuk antar dan jemput motornya ke tempat yang kamu inginkan, alias gratis. Biasanyakan kalau sewa motor, kita harus datang ke tempatnya untuk pilih motor dan kasih jaminan identitas.

Beda banget sama Motor Matic Bali, motornya pasti diantar dan jaminan identitasnya pun diberikan saat pengantaran motor. Jadi beneran bisa menghemat kan? Kamu gak harus cari kendaraan dari bandara menuju hotel, dari hotel menuju ke tempat sewa motor. Cukup kasih tahu saja mau diantar kemana nanti beneran diantar. Bisa diantar di bandara, hotel, atau tempat lainnya.

Senang banget bisa keliling Bali pakai motor Lexi. Mungkin awalnya berpikir motor sewaan itu pasti boros banget bensinnya, eh ini irit kok. Dari Kuta sampai ke Kintamani cukup isi bensin Rp. 22.000,- aja udah bisa pulang pergi.

Baca : Berani Traveling Sendirian

Kebetulan juga pas di Kintamani gak sengaja ketemu saat mau ambil uang di ATM. Saya tanya aja, eh kalian pake motor Vario irit gak bensinnya? Dari Kuta ke Kintamani abis berapa isi bensinnya? Oh irit kok, tadi kita isi bensin Rp. 20.000,- dan Rp. 15.000,-, lumayan hemat.

Sewa Motor Di Bali

Hmmm, langsung mikir, berarti lebih iritan motor yang saya sewa dong. Memang sih tampak dari luarnya aja terlihat sangat terawat. Jadi gak salah pilih tempat sewa motor. Next time kalau ke Bali lagi, sewa motornya di sini lagi aja. Langsung kunjungi sewa motor di Bali.

Nah setelah asyik traveling ke Bali menggunakan motor, ada yang unik lagi cara mengembalikan motornya. Biasanya kan diantar ke tempat penyewaannya, kalau di Motor Matic Bali beda banget. Tapi saya gak bisa share, kalau mau tahu perbedaannya bisa tanyakan di sini.

Kesimpulannya, kalau ke Bali gak usah pusing masalah rental kendaraan. Kamu bisa sewa motor di Bali yang terpercaya dan sangat recommended itu di Motor Matic Bali. Pokoknya pelayanannya the best lah dan motornya pun terawat. Jadi, kapan mau traveling ke Bali? Jalan bareng yukk.

Broken Beach, Spot Foto Instagrammable Yang Hits Di Nusa Penida Bali

explore-broken-beach-nusa-penida-bali-1

Bali seakan tak pernah sepi dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Berbagai macam tempat yang membuat siapapun terpesona, kuliner dengan ciri khas nya pun membuat penasaran, dan budaya yang kental menjadi ikon terbaik yang dimiliki negeri ini. Salah satu tempat wisata terbaiknya yaitu Broken Beach, Nusa Penida.

Siapa yang tak kenal dengan Bali? Mungkin semua orang di dunia tahu yang namanya Bali. Bahkan banyak wisatawan asing berbondong-bondong ingin pergi ke sana. Tapi kebanyakan dari mereka hanyalah tahu Bali, tapi tidak tahu Indonesia. Padahal Bali adalah salah satu daerah di Indonesia. Tapi ketika mereka berkunjung ke Bali, maka mereka akan mengetahuinya.

Lebih dari pengetahuan tentang Bali, ada satu obyek wisata yang hits banget di media sosial yaitu Broken Beach yang terletak di Nusa Penida. Keindahan alam satu ini membuat banyak wisatawan, baik lokal maupun asing berburu foto di sini. Apa saja keindahannya? Yuk simak berikut ini.

Broken Beach, mungkin kamu mengartikan ke dalam bahasa indonesia “pantai rusak”. Karena dari kata tersebut bisa diartikan Broken adalah rusak, sedangkan Beach adalah pantai. Tapi, nama Broken Beach sendiri didasarkan oleh keberadaan tebing yang tengahnya berlubang.

explore broken beach nusa penida bali
Broken Beach, Nusa Penida, Bali

Broken Beach juga dikenal dengan nama Pantai Pasih Uug, yang artinya adalah pantai yang patah. Pantai ini memiliki sebuah tebing yang tingginya sekitar 50 – 200 meter dan terdapat lubang di bagian tengahnya. Sehingga terlihat seperti gua yang dialiri oleh air laut.

Keunikan dari Broken Beach atau Pantai Pasih Uug ini yaitu tebingnya yang bolong. Tebing tersebut terlihat seperti jembatan yang indah. Ditambah adanya air laut yang berada ditengah-tengah membuatnya terlihat seperti kolam air raksasa.

Di spot inilah banyak wisatawan mengambil foto, sehingga spot ini menjadi tempat foto favorit dan bisa dibilang instagrammable. Untuk mengambil foto tepat berada di depan tebing yang bolongnya itu kamu harus mengantri, karena semua wisatawan ingin berfoto di sana. Tapi jangan rebutan ya, pokoknya harus gantian. Tenang aja pasti akan bisa berfoto di situ kok.

Setelah dapat berfoto di depan Broken Beach, saya penasaran untuk melewati diatas tebingnya, dan saya coba mengitarinya. Ternyata cukup bagus pemandangannya, seperti di padang savana. Dan kebetulan ada wisatawan yang lagi berdiri di area tersebut menarik untuk diabadikan, diam-diam saya foto saja. Maaf ya, hehehe.

explore broken beach di nusa penida bali
Salah satu wisatawan

Satu lagi yang membuat saya penasaran adalah pemandangan seperti apa jika saya mengambil foto dari atas Broken Beach. Dan inilah penampakannya:

explore broken beach di nusa penida bali
Penampakan di atas Broken Beach

Bagaimana, lebih bagus berfoto tepat di depan Broken Beach nya kan? Tapi lebih dari itu, kalau dilihat langsung pemandangan di sini bagus banget!! Tak akan merasa rugi untuk sampai ke tempat ini. Saya merekomendasikan, kamu harus datang ke sini.

Untuk mencapai ke Broken Beach, saya sendiri menggunakan motor dari pelabuhan Nusa Penida. Tapi bisa saja kalau kamu mau menggunakan mobil. Alangkah baiknya pakai driver yang terbiasa membawa ke Broken Beach ya, karena jalannya cukup ekstrim. Di beberapa area, terdapat jalanannya yang berpasir dan rusak. Perlu hati-hati agar kendaraan yang digunakannya aman.

Buat kamu yang suka traveling atau ingin liburan gak ada salahnya memasukkan Broken Beach ke dalam rencanamu. Kamu akan takjub melihat salah satu keindahan tempat wisatai di Nusa Penida, Bali ini. Lalu peralatan fotografi mu untuk mengabadikan momen terbaik di Broken Beach – Budi Setiadi.