Traveling Naik Pesawat Pertama Kali

Pertama Kali Traveling Naik Pesawat. Nano-nano Rasanya!

Ini kisah yang dialami anak kampung yang pengen banget bisa keliling dunia. Mimpinya tinggi banget, tapi masih bingung gimana caranya? Ya mimpi aja dulu, urusan jadi kenyataan belakangan aja. Dulu mikirnya gimana mau keliling dunia, naik pesawat aja belum pernah? Akhirnya salah satu cara mewujudkan mimpi itu bisa tercapai karena udah pernah pertama kali naik pesawat.

Waktu masih kecil, sering banget  ketika lihat pesawat terbang melintas di udara selalu bilang “kapal, minta uang” dengan teriak sekencang-kencangnya. Berharap ada uang yang turun dari pesawat tersebut. Hal ini sangatlah lumrah buat anak kampung sepertiku. Mungkin kamu juga pernah mengalami hal yang sama?

Rasanya pengen banget ketawain diri sendiri, kenapa seumur hidup, aku baru pertama kali naik pesawat? Udah lama banget ngebayangin bisa naik pesawat dan keliling dunia, tapi sepertinya belum waktunya tiba. Aku percaya suatu saat nanti, aku juga bisa seperti orang-orang yang pergi ke tempat yang jauh pake pesawat.

Semakin bertambah dewasa, akhirnya rasa pengen naik pesawat itu terwujud, dan pertama kalinya itu pas traveling ke Belitung. Ini juga pertama kalinya aku bisa menginjakkan kaki ke pulau Sumatera. Rasanya campur aduk banget antara seneng, terharu, dan bingung karena baru pertama kalinya. Dan  ini cerita menarik yang aku alami ketika pertama kali naik pesawat.

Sebelum Naik Pesawat

Setelah beberapa kali menyusun rencana untuk pergi liburan dengan pesawat tapi selalu gagal, akhirnya bisa berhasil juga. Jauh sebelum memberanikan diri buat pergi jauh, aku sering tanya ke teman-teman yang sudah pernah atau sering naik pesawat. Naik pesawat itu rasanya gimana? Cara masuk Bandara gimana? Terus kalau mau naik pesawat itu gimana caranya? Cara turun dari pesawat tuh gimana ya? Lalu gimana cara keluar dari Bandara?

Baca :  Ternyata Lebih Murah Ke Pulau Pari Mandiri Tanpa Ikut Open Trip

Pertanyaannya dasar banget ya, tapi emang itu juga yang bikin bingung dan gak berani buat naik pesawat dari dulu. Dipikir-pikir malu juga nanya pertanyaan yang kurang berbobot, tapi sejujurnya itu pertanyaan yang bisa meyakinkan aku buat berani traveling naik pesawat pertama kali.

Suatu hari, ada kesempatan untuk ikut trip ke Belitung, dan langsung pesan tiketnya. Karena salah pilih penerbangannya, akhirnya saya membatalkan pesanannya dengan tidak mentransfer uangnya. Dan saya coba memesan kembali untuk penerbangan tanggal 23 Februari 2018. Saya memesan tiket trsebut tanggal 15 januari 2018. Niat hati untuk check in online di H-1, ternyata saya salah tanggal ketika melakukan booking yang seharusnya terbang tanggal 23 Februari, ini tanggal 23 Januari. Nyesek banget sih. Udah semangat pertama kali mau naik pesawat, eh malah salah tanggal.

Akhirnya saya booking tiket pesawat lagi dalam keadaan sesak dada karena salah tanggal. Ah sudahlah, rejeki gak akan kemana kok, yang penting naik pesawat . (titik) seperti ada yang membisikkan. Tanpa pikir panjang langsung transfer uangnya untuk membeli tiket besok. Dan bersyukurnya harga tiketnya lagi murah. Walaupun dada masih terasa sesak.

Saat Naik Pesawat Pertama Kali

Saat masih berada di ruang tunggu, kepikiran sekali pas pesawat terbang trus kalau kebelet gimana ya? Ada toilet gak ya? Kalaupun ada, nanti berceceran di pesawatnya gak ya? Pikirannya campur aduk deh, karena belum pernah naik pesawat. Pas giliran menuju pesawat saya bingung, perasaan orang-orang foto pas naik pesawat gitu ada tangganya, tapi ini kok gak ada tangganya? Ternyata kalau yang pakai tangga itu jaraknya jauh dari tempat naik pesawatnya.

Baca :  Pertama Kali Lebaran Di Daerah Yang Mayoritas Non Muslim

Saat pertama kali duduk, kampungannya muncul kembali. Ketika memasang seat belt sebelum dikasih contoh, saya gak bisa membukanya. Mana terlalu kencang lagi pakainya. Masih berusaha nyari tombol buat melepaskan seat belt nya tapi gak ketemu. Akhirnya pas diperagain oleh pramugarinya, barulah tahu cara membukanya. Ini hal yang memalukan sih, mana keliatan panik lagi.

Ada lagi hal yang paling menegangkan, yaitu ketika pesawat lepas dari landasannya berasa naik wahana gitu, serem banget. Ada dua kali pesawatnya mendadak turun (tidak stabil). Beberapa penumpang pun teriak karena kaget. Saya pegangan kursi sekencang-kencangnya, dan tetep ekspresi mukanya tegang dan panik. Wow ini cukup mengaduk-aduk perasaan.

Saat pesawat sudah stabil dan lampu sabuk pengaman sudah mati, mulai tenang. Lalu ada orang yang pergi ke depan mau ke toilet, dan terjawab sudah ternyata di pesawat pun ada toiletnya dan kita boleh ke toilet. Saya pun ingin mencoba, tapi ternyata gara-gara kejadian saat pesawat lepas dari landasan, membuat saya lupa bagaimana caranya membuka seat belt nya. Dan saya pun memilih menahan buang air kecil sampai bandara tujuan.

Saat Turun Dari Pesawat

Tak jauh berbeda rasanya seperti pesawat yang lepas dari landasannya. Guncangan karena ketidak stabilannya membuat saya panik. Tangan berpegangan sangat erat di kursi pesawat, ditambah ekspresi muka yang panik dan tegang. Tapi saat tiba di bandara sudah tidak kebingungan lagi, karena sudah tahu apa yang ahrus dilakukan saat di bandara. Jadi lebih santai dan tidak panik saja.

Saat Pulang Trip Dari Belitung

Jadwal penerbangan saya yang tertulis di tiket adalah pukul 14.55, niat hati datang lebih cepat karena tidak ingin ketinggalan pesawat. Saya tiba di bandara Belitung pukul 13.15 dan langsung check in. Tapi yang terjadi adalah saya tertinggal pesawat. Karena penerbangan pukul 14.55 dipercepat menjadi 13.00, tapi saya tidak menerima informasinya. Lalu petugas bilang, Bapak sudah dihubungi via telpon sebanyak 5 kali namun tidak da jawaban, di sms, dan email. Ya iyalah saya gak bisa dihubungi via telpon dan sms, karena di Belitung tidak ada sinyal, namun saya menyanggah kalau saya masih bisa buka email, karena dari pagi saya sedang buka email dan tidak ada pemberitahuan dari pihak maskapai. Lalu petugas bilang, padahal kami sudah kirim email ke travel*ka, kalau Bapak tidak menerima email dari sana jangan salahkan kami. Saya bilang lagi, lho kenapa kirim emailnya ke travel*ka? Saya kan ordernya bukan dari sana. Akhirnya saya diminta menunggu beberapa menit untuk solusinya. Dan pada akhirnya, saya bisa ikut penerbangan pukul 16.25 tanpa membayar apapun.

Baca :  Menilik Bendungan Pamarayan Lama & Baru

Benar-benar pengalaman pertama banget, mulai dari booking tiket yang salah tanggal sampai pulangnya yang terlambat karena gak ada informasi. Ini bisa dijadikan pelajaran dan cerita buat saya nanti. Lebih dari itu, akhirnya saya bisa merasakan traveling naik pesawat pertama kali. Beginilah kisah anak kampung yang bela-belain cuti demi naik pesawat. Pokoknya ikutin terus kisah saya trip pertama kali naik pesawat dari A sampai Z akan saya share.

Note: saya menggunakan foto maskapai penerbangan pulang dari Belitung, sedangkan cerita awal atau keberangkatan menggunakan pesawat berlogo singa warna merah.