Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_schema.php on line 117

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_schema.php on line 117

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_schema.php on line 118

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Warning: A non-numeric value encountered in /home/yukkuyid/public_html/wp-includes/formatting.php on line 3619

Warning: date() expects parameter 2 to be integer, string given in /home/yukkuyid/public_html/wp-content/themes/desert/includes/core/core_util.php on line 392

Balada Tiket Promo Ke India Yang Berujung Buntung

harga-tiket-promo-murah-india

Udah tahu kan alasan kenapa harus traveling ke India? Kalau belum, silahkan baca di sini. Sekarang aku mau blak-blakan gimana caranya bisa liburan ke India dengan harga tiket promo yang murah. Tapi namanya tiket promo, kadang ada dramanya.

Pertama Kali dapat tiket promo ke luar negeri yang murah ya ini, dan entah kenapa dapet yang jurusan ke India. Mungkin udah waktunya jadi artis Bollywood, makanya bisa dapet tiket murah. Gak kebayang banget bisa ke luar negeri pertama kalinya ke negeri ini.

Sejak dapat info promo tiket pesawat murah ini dan tanpa pikir panjang lagi langsung dibayar, mumpung ada kartu kredit jadi apapun bisa dibayar cepat (tapi ngutang). Tiket udah di tangan, tapi belum tenang karena ternyata masih ada drama yang bikin senam jantung. Beberapa hari kemudian dapat kabar di grup katanya banyak yang di cancel. Mungkin kelebihan kuota makanya banyak yang statusnya cancelled.

Awalnya satu grup ada sekitar 30 orang, akhirnya yang beneran bisa berangkat karena tiketnya aman hanya 17 orang. Ketika semuanya udah tenang, tinggal nyusun itinerary trip ke India nya. Tapi, ada yang ngeganjel di hati sih, karena di grup itu hampir semuanya perempuan, laki-lakinya hanya 3 orang.

Berhubung India itu katanya antimainstream, jadi sebaiknya pakai tour biar aman. Akhirnya mulailah cari-cari tour. Tapi aku gak ikut tour nya mereka alias membelah diri, eh maksudnya memisahkan diri. Karena resikonya tinggi aja kalau barengan. Sudah terbiasa dengar “cewek itu rempong”, takutnya ribet aja gitu. Ditambah aku belum punya pengalaman traveling ke luar negeri juga kan.

Apalagi katanya kalau para lelaki India itu ganas-ganas, kalau lihat cewek mata melotot kaya mau melahap gitu. Dilihatin dari bawah ke atas, sampai kadang meremas bagian cewe yang menonjol depan dan belakangnya. Makanya, ini salah satu alasan gak mau gabung tour nya, gak berani nanggung resiko hal-hal yang gak diinginkan itu terjadi. Jadi memisahkan diri adalah pilihan yang tepat.

Baca : Cara Mudah Dan Gratis Apply Visa India

Setelah itu, mulailah cari-cari informasi gimana bisa solo traveling ke India, banyak yang bilang sih aman-aman aja kok. Dan itulah yang bikin aku makin mantap buat solo traveling. Tapi harus bener-bener pelajari tips biar terhindar dari scammers di sana.

Aku banyak belajar dari travel blogger Indonesia yang udah pergi ke sana juga. Baca blog nya yang seru dan menantang juga sih. Research sebelum traveling merupakan salah satu kunci agar solo traveling ke India nanti bisa aman dan pulang dengan selamat.

Nah setelah itu, aku mulailah nyusun itinerary sendiri dan mulai pesan tiket yang bisa dibeli secara online jauh-jauh hari. Mulai pesan penginapan, tiket kereta, dan tiket pesawat domestik. Takutnya kalau pesan mepet-mepet gak kebagian seat, harganya mahal, atau yang paling ngeri duitnya habis. Hehehe.

Nah udah habis sekian juta buat pesan ini itu, kini tinggallah berangkat ke India. Tapi, tiba-tiba dapat kabar kalau maskapai yang aku pakai itu bangkrut, dan semua tiketnya di refund. Beneran kaget banget sih, secara harga tiket promo yang udah dibeli gak sebanding sama biaya-biaya trip yang udah dibayar jauh-jauh hari. Ah, ini bagian yang bikin stres sih.

Agak gak percaya gitu sih, tapi coba hubungi maskapainya langsung dan emang betul keadaan perusahaannya lagi gak baik dan beberapa rute penerbangannya ditiadakan. Awalnya hanya rute Bangkok aja yang dihapus, terus via Singapore pun dihapus. Kebetulan aku juga transit via Bangkok, kemudian diganti via Singapore. Eh via Singapore pun dihapus juga. Kalau udah Kaya gini harus tenang dan berpikir positif sih, semoga bisa terbang ke India dengan maskapai lainnya dan gak mau di refund. Setelah usaha, akhirnya dapat juga tiket penggantinya, lumayan dapat Etihad Airways dan Malaysia Airlines.

Setelah dicek lagi ternyata tiketnya valid. Ah, bersyukur banget deh. Tapi keberangkatan Jakarta – New Delhi pakai Etihad dan transitnya di Abu Dhabi. Udah kaya mau umrah sih transit di sini. Banyak yang Tanya juga jadinya umrah dan gak jadi ke India? Atau ada juga yang tanya mau ke Eropa? Mungkin karena transit di Abu Dhabi terlalu jauh dari India sih.

Ini pertama kalinya juga aku ke Abu Dhabi. Pas sampai bandaranya, berasa Kaya masuk mall. Semua produk yang terpampang di sana terlihat mewah, karena banyak produk-produk branded. Ada yang menarik perhatianku yaitu parfum. Harga jual parfum di sana gak begitu mahal kok, bahkan bisa dibilang murah. Harganya dimulai dari sekitar Rp. 300 ribuan, lumayan kan harganya. Sayangnya, aku gak beli karena gak masuk budgeting list. Coba kalua tahu dai awal, bisa masuk anggaran budget kan.

Setelah hampir 3 jam keliling Abu Dhabi airport, akhirnya menuju ke gate buat terbang ke New Delhi. Pas di imigrasi, aku jadi pusat perhatian petugasnya, karena setelah dicek kok ini orang pertama Kali ke luar negeri tujuan ya India, gak mungkin sih. Berkali-kali dicek mungkin gak ada datanya, dan berkali-kali ditanya beneran kamu belum pernah ke luar negeri dan beneran mau ke India? Mau ngapain, mau ke mana aja selama di sana?

Aku jawab aja, iya saya belum pernah ke luar negei dan baru kali ini saya pergi ke India. Saya mau traveling dan menikmati keindahan India, karena kepingin mengunjungi Taj Mahal, Jama Masjid, Hawa Mahal, dan lainnya, ditambah ma uke Kashmir yang katanya bagus banget. Kemudian petugas imigrasinya cuma bilang “OK”. Selesai deh, dan diperbolehkan masuk.

Bandara New Delhi
Tiba di bandara New Delhi

Setelah itu lanjut terbang deh ke India, dan beberapa jam kemudian tibalah di New Delhi. Langsung teriak Welcome to Indiaaa. Girang banget di sini karena udah dinanti-nanti banget. Udah gak sabar explore India. Tapi sebelum explore, harus lihat sikon alias situasi dan kondisi di sini yang konon katanya harus extra waspada, banyak scam nya.

Eh tapi sebelum keluar Bandara, seperti biasa harus menghadapi petugas imigrasi lagi, dan di sini lucu banget. Pas udah ngantri buat pemeriksaan paspor, tibalah giliranku buat digerebek, eh diperiksa maksudnya. Petugasnya sangar-sangar dong.

Nah kebetulan aku kebagian petugas yang perempuan, makin tegang dong pas dipanggil (udah kebayanglah ya). Petugasnya langsung minta paspor, visa India, dan tiket pesawat, kemudian mulai interogasi dengan segudang pertanyaan. Untung Bahasa inggrisnya dia mudah dimengerti, jadi bisa menjawab semua pertanyaannya.

Tapi ada hal yang bikin aku malu pas pemeriksaan sidik jari. Petugasnya bilang “tap your thumbs, right and left over there”. Ya udah langsung aku tap aja jempol ku. Terus petugasnya bilang “move!!” (pake nada galak). Aku pindah deh, geserin posisiku menjauh dari petugasnya. Eh ternyata diketawain dong sama semua petugas yang ada. Seharusnya bukan suruh geser orangnya, tapi ganti jarinya.

Sampai si petugas imigrasinya bilang “Oh I am sorry, I mean change your finger”. Duh malu rasanya, coba tadi dia bilang begitu, kan aku gak malu. Sampe petugas di sampingnya penasaran, orang mana sih ini dan sampai ambil paspor ku buat diliatnya. Ah sumpah malu banget.

Lupakan rasa malu itu, saatnya balik lagi ke topik tama ya yaitu balada berburu tiket promo ke India. Nah ketika udah keluar bandara, saatnya istirahat karena besok mulai explore India beneran.

Saat explore India mulai dari Old Delhi, New Delhi, Agra, dan Jaipur masih tenang-tenang aja gak kepikiran tentang tiket pesawat. Nah pas mau ke Kashmir, mendadak dapat kabar burung katanya tiket pesawat yang pulang gak bisa digunakan. Damn!

Berhubung maskapainya sudah resmi menyatakn tutup, maka tiket pesawat pulangnya pun gak bisa dipake, dan gak bisa di refund juga. Solusinya ya beli tiket baru lagi katanya. Tapi aku harus bersikap tenang sih, gak langsung kepancing emosi. Cari tahu lebih dulu sebelum memutuskan sesuatu.

Baca : Open Trip India

Tapi ternyata emang benar, tiket kepulangannya gak bisa dipake. Jadi mau gak mau harus beli tiket baru. Berhubung beli tiketnya mepet, harganya pun lagi mahal-mahalnya, akhirnya coba extend agak lama lagi demi bisa pulang dengan harga yang murah.

Setelah tiket pulang udah ditangan, bingung deh mau explore India mana lagi? Akhirnya memutuskan pergi ke Ladakh. Sebenernya gak tahu juga tentang daerah ini, karena belum research dulu. Dan tahu, aku di sana seperti anak hilang yang kehilangan induknya. Gak ada persiapan matang dan gak tahu juga kalua warga Ladakh gak banyak yang bisa Bahasa Inggris.

Jadi itulah balada tiket promo murah ke India yang berujung buntung karena harus beli tiket baru buat pulangnya. Dari awal hingga akhir benar-benar bikin senam jantung. Tapi aku merasa bersyukur sih pada akhirnya bisa explore tempat lain, tepatnya Ladakh. Tunggu cerita lanjutan saat di Ladakh ya. Pokoknya seru banget dan harus baca. – Jalan Yuk, Kuy Jalan

Budi Setiadi
Budi Setiadi
Berprofesi sebagai seorang digital marketer di salah satu e-commerce Indonesia sekaligus menyukai traveling, saya pun ingin menjadi seorang travel blogger Indonesia. Tujuannya adalah bisa berbagi informasi, pengalaman pribadi, dan semoga apa yang saya share bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Leave a Comment